Please, One more day to escape, to have a deep sleep.
30.6.13
14.6.13
Pada Suatu Hari Nanti
Juntaian tangan yang melintas di tepi linen berwana putih ini, menutup hari nya yang melelahkan namun tak sampai kelelahan.
Kursi dan beberapa teman kayu di samping lelapnya, melelehkan suasana.
Walau benda-bendanya berserak terbawa alunan musik disana, lagunya tetap bersuara nyaman.
Gelaran bulu domba pun ikut tertidur tanpa suara mendampingi.
Ini adalah mimpinya di suatu hari nanti.
Cantik.
Categories:
interiordesign,
monolog
11.6.13
PIKIRAN
"Buzz, sepertinya kau percaya kalau kau memikirkan semua ini dengan cukup keras dan lama kau akan bisa memahaminya - dalam pikiranmu."
"Well, yeah, kurasa begitu," jawab Buzz membela diri.
"Berpikir sudah pasti termasuk di dalamnya, "kata Bert, "tapi sama sekali bukan segalanya.
Ada bagian dirimu yang lebih tinggi yang bahkan bisa mengendalikan pikiranmu, tapi kau hanya bisa berhubungan dengannya melalui pengamatan dan pengalaman.
"Well, yeah, kurasa begitu," jawab Buzz membela diri.
"Berpikir sudah pasti termasuk di dalamnya, "kata Bert, "tapi sama sekali bukan segalanya.
Ada bagian dirimu yang lebih tinggi yang bahkan bisa mengendalikan pikiranmu, tapi kau hanya bisa berhubungan dengannya melalui pengamatan dan pengalaman.
Pikiran adalah pelayan yang hebat tapi merupakan majikan yang payah."
To Bee or Not to Bee (Lebah yang bosan Mencari Madu) by John Penberthy
Categories:
monolog
10.6.13
9.6.13
Get a Line
Mau beli kapur,
Buat apa, buat tarik garis supaya jelas.
Sampai di garis ini saja seharusnya boleh melangkah.
Bukan lebih jauh.
Terlalu jauh.
Buat apa, buat tarik garis supaya jelas.
Sampai di garis ini saja seharusnya boleh melangkah.
Bukan lebih jauh.
Terlalu jauh.
Categories:
monolog
Langganan:
Komentar (Atom)


