21.7.15

YOU

If I have to think
Or I should not think,
and What I always try to ignore
but then I still think
because I'm focusing on not thinking about
It is YOU... It's all about YOU...

19.7.15

HER


BERLARI DARI MASA KE MASA

Ini hari ke 104, dan aku sendiri dalam kotak kecilku, aku tak dapat berhenti memikirkanmu.
Namun, dalam tenggelamnya pikiranku terhadapmu, tak jarang terhenti pada pemikiran baru.

-

Aku dan kamu telah terjebak dalam pemikiran-pemikiran kita sendri.
Yang membuahkan imajinasi akan hari-hari yang tak tersentuh.
Kita lupa, kita sudah memiliki hari ini.
Kita lupa, kita sedang memiliki masa ini.

Aku dan kamu suka sekali menenggelamkan diri pada sebuah konsep.
Dimana kamu dan aku menamainya masa depan.
Masa dimana imajinasi mampu menelan kita ke dalam kepuasannya, melintasi ruang dan waktu.

Aku dan kamu berlari lebih cepat dari hari ini, menuju hari esok.
Kamu dan aku berlari terlalu cepat dari hari esok, menuju hari depan.
Hanya demi segenggam harapan.
Harapan yang kita pikir... yah, itu hanya yang kita pikir. Tidak pernah benar-benar kita genggam.
Pikiran dimana kita bisa bermain-main dengan harapan.

Jika masa ini tak ada kenyamanan, kita melarikan diri menuju masa depan.
Bagaikan manusia maha-kuasa, yang mampu menganalisa ruang dan waktu.
Jika masa depan tak ada kenyamanan, kita melarikan diri menuju masa sekarang.
Saat paling tepat, dimana kita bisa maha-bijak berkata "jalani saja"

Rotasi tiada henti dari masa ke masa,
Rotasi kekalahan, yang terus menghantui.
Kenapa kau takut terkalahkan?
Kenapa kau takut untuk roboh? Namun, kau tak takut tenggelam?
Padahal saat kau tenggelam, kau mulai kehilangan dirimu dan termanipulasi olehnya.
Padahal saat kau roboh, kau terbebaskan.
Hantu mana yang bisa menghantui dirimu lagi?
Saat kau roboh, tak ada yang bisa dirobohkan lagi.
Hanya berserakan serpihan kebebasan, namun itu tetap kamu, serpihanmu.