"Mencari detik-detik jarum jam,
untuk memberi ketukan pada mimpi - mimpi yang tertunda"
1.10.13
2.9.13
25.8.13
24.8.13
YES, It is!
" It takes wisdom to build a house,
and understanding to set it on a firm foundation;
It takes knowledge to furnish its rooms
with fine furniture and beautiful draperies."
- Proverbs 24 :3 - 4 (The Message)
Categories:
interiordesign,
monolog
7.8.13
14.6.13
Pada Suatu Hari Nanti
Juntaian tangan yang melintas di tepi linen berwana putih ini, menutup hari nya yang melelahkan namun tak sampai kelelahan.
Kursi dan beberapa teman kayu di samping lelapnya, melelehkan suasana.
Walau benda-bendanya berserak terbawa alunan musik disana, lagunya tetap bersuara nyaman.
Gelaran bulu domba pun ikut tertidur tanpa suara mendampingi.
Ini adalah mimpinya di suatu hari nanti.
Cantik.
Categories:
interiordesign,
monolog
11.6.13
PIKIRAN
"Buzz, sepertinya kau percaya kalau kau memikirkan semua ini dengan cukup keras dan lama kau akan bisa memahaminya - dalam pikiranmu."
"Well, yeah, kurasa begitu," jawab Buzz membela diri.
"Berpikir sudah pasti termasuk di dalamnya, "kata Bert, "tapi sama sekali bukan segalanya.
Ada bagian dirimu yang lebih tinggi yang bahkan bisa mengendalikan pikiranmu, tapi kau hanya bisa berhubungan dengannya melalui pengamatan dan pengalaman.
"Well, yeah, kurasa begitu," jawab Buzz membela diri.
"Berpikir sudah pasti termasuk di dalamnya, "kata Bert, "tapi sama sekali bukan segalanya.
Ada bagian dirimu yang lebih tinggi yang bahkan bisa mengendalikan pikiranmu, tapi kau hanya bisa berhubungan dengannya melalui pengamatan dan pengalaman.
Pikiran adalah pelayan yang hebat tapi merupakan majikan yang payah."
To Bee or Not to Bee (Lebah yang bosan Mencari Madu) by John Penberthy
Categories:
monolog
10.6.13
9.6.13
Get a Line
Mau beli kapur,
Buat apa, buat tarik garis supaya jelas.
Sampai di garis ini saja seharusnya boleh melangkah.
Bukan lebih jauh.
Terlalu jauh.
Buat apa, buat tarik garis supaya jelas.
Sampai di garis ini saja seharusnya boleh melangkah.
Bukan lebih jauh.
Terlalu jauh.
Categories:
monolog
29.5.13
Little Happiness
Segini aja juga ga papa. Takarannya cukup.
Ngga' berharap terlalu manis, nanti diabetes.
Ngga' berharap terlalu asin, nanti kolesterol.
Kalo pahit, yah gw suka kopi, gw suka bir.
Asal jangan ramuan obat-obatan aja. Pahitnya ngga' klasik.
Kita tetap pegang piring masing-masing. Berbagi rasa aja.
Ngga' berharap terlalu manis, nanti diabetes.
Ngga' berharap terlalu asin, nanti kolesterol.
Kalo pahit, yah gw suka kopi, gw suka bir.
Asal jangan ramuan obat-obatan aja. Pahitnya ngga' klasik.
Kita tetap pegang piring masing-masing. Berbagi rasa aja.
Categories:
monolog
12.5.13
23.4.13
Repetition Question
"I remember when my Dad asked me to choose traveling or going to college, then I said College,"
Well...That's a decision, even if I said travel, I'm not going to regret that.
I'll chase to have one more decision to choose the other one ;)
One more repetition question...
16.4.13
29.3.13
Trapped on a White Box
Suara kipas angin konstan di telinganya, kaki dan sebagian tubuhnya mecoba menghangatkan lantai keramik yang lembab.
Warna tembok putih mendominasi pandangan matanya. Ia seperti terjebak di sebuah kotak putih.
Kondisi ini selucu cheese cake yang siap di bawa pulang dari sebuah bakery. Dan tersimpan rapi dalam kotak putih.
Tapi dia tak selucu itu, juga tak serapi itu.
Momennya berbeda, ini cerita sedih, tak bisa dimulai dengan kelezatan cheese cake.
Mari coba dikoreksi lagi, paragraf ini bukan tentang makanan dan bukan sedih.
Hanya terjebak. Terjebak dalam rutinitas, terjebak dalam pikiran, terjebak dalam sebuah kepercayaan, terjebak dalam persetujuan, terjebak di sebuah cerita yang panjang.
Hingga saat dia mencoba berhenti sejenak dan melihat ke arahnya sendiri.
Didapati dirinya sedang terduduk dingin dengan segala ketidakmampuan, dan terengah-engah oleh usaha terbaiknya.
Lelah dan terjaga.
Warna tembok putih mendominasi pandangan matanya. Ia seperti terjebak di sebuah kotak putih.
Kondisi ini selucu cheese cake yang siap di bawa pulang dari sebuah bakery. Dan tersimpan rapi dalam kotak putih.
Tapi dia tak selucu itu, juga tak serapi itu.
Momennya berbeda, ini cerita sedih, tak bisa dimulai dengan kelezatan cheese cake.
Mari coba dikoreksi lagi, paragraf ini bukan tentang makanan dan bukan sedih.
Hanya terjebak. Terjebak dalam rutinitas, terjebak dalam pikiran, terjebak dalam sebuah kepercayaan, terjebak dalam persetujuan, terjebak di sebuah cerita yang panjang.
Hingga saat dia mencoba berhenti sejenak dan melihat ke arahnya sendiri.
Didapati dirinya sedang terduduk dingin dengan segala ketidakmampuan, dan terengah-engah oleh usaha terbaiknya.
Lelah dan terjaga.
Categories:
monolog
21.3.13
a message from Dad
Mendapat pesan dari jauh, "yang diijinkan dalam tekanan akan menghasilkan sesuatu yang manis."
Gw suka kata "diijinkan", sejenis deskripsi untuk sesosok orang ketiga.
It means that you are not alone, Someone takes care of you, through good and bad.
Dia pasti lebih tahu apa yang sebaiknya terjadi dan tidak.
Karena orang ketiga ibarat sutradara atau penonton film.
Mengetahui keseluruhan cerita. Melihat dari perspektif yang berbeda.
Thank you Daddy for your text message. :)
Gw suka kata "diijinkan", sejenis deskripsi untuk sesosok orang ketiga.
It means that you are not alone, Someone takes care of you, through good and bad.
Dia pasti lebih tahu apa yang sebaiknya terjadi dan tidak.
Karena orang ketiga ibarat sutradara atau penonton film.
Mengetahui keseluruhan cerita. Melihat dari perspektif yang berbeda.
Thank you Daddy for your text message. :)
Categories:
monolog
14.3.13
3.3.13
PANGGUNG JAKARTA
Ekspektasi gw standard. Jalan sehat melewati bisingnya kemacetan, ke gedung mewah disana.
Panca indera telinga yang semula gw abaikan tiba-tiba seperti mencari perhatian.
"Eh, Eh.. Dengerin-dengerin!" begitu teriaknya.
"Apasih." Gw pun mulai penasaran dengan antusiasmenya.
Ada suara yang beredar di udara menyapa malu-malu, mungkin dia bilang permisi dulu.
Dan matakupun mulai ikut penasaran mengikuti kemana mata kakiku membawanya. Berdua-dua mencari arah alunan nada itu berasal.
Suaranya familiar, musik romantis barat.
Tapi suasananya tak biasa.
Come on! Ini Jakarta. Ini cuma tempat penyebrangan. Ini dimana acuh tak acuh menjadi satu. Ini bukan tempat paling penting untuk menjadi sebuah tujuan. Hanya akan dilewati, bukan dinikmati.
"..........."
Tanpa komando, pasukan panca indera ku berteriak bersama " Itu Dia". Sesosok pria dengan seksofonnya sedang mengamen di panggung besi.
Judulnya, Konser kecil bersama orkestra angin.
Tanpa pikir panjang, tanganku tak tahan memberinya salam dengan selembar hormat kertas Indonesia.
Panca indera telinga yang semula gw abaikan tiba-tiba seperti mencari perhatian.
"Eh, Eh.. Dengerin-dengerin!" begitu teriaknya.
"Apasih." Gw pun mulai penasaran dengan antusiasmenya.
Ada suara yang beredar di udara menyapa malu-malu, mungkin dia bilang permisi dulu.
Dan matakupun mulai ikut penasaran mengikuti kemana mata kakiku membawanya. Berdua-dua mencari arah alunan nada itu berasal.
Suaranya familiar, musik romantis barat.
Tapi suasananya tak biasa.
Come on! Ini Jakarta. Ini cuma tempat penyebrangan. Ini dimana acuh tak acuh menjadi satu. Ini bukan tempat paling penting untuk menjadi sebuah tujuan. Hanya akan dilewati, bukan dinikmati.
"..........."
Tanpa komando, pasukan panca indera ku berteriak bersama " Itu Dia". Sesosok pria dengan seksofonnya sedang mengamen di panggung besi.
Judulnya, Konser kecil bersama orkestra angin.
Tanpa pikir panjang, tanganku tak tahan memberinya salam dengan selembar hormat kertas Indonesia.
Categories:
monolog
18.2.13
KAT by Katarina (Fashion Documentary) - Teaser
"Watchme Production"
Fashion Documentary Video
Produced and Directed by
Eunike Christian
Yessica Teno
My friend, Katarina Dhyaniswari had a final project for her Advanced Diploma requirement.
She designed and produced her first fashion collection which we can call her new brand as
KAT by Katarina.
Enjoy the teaser video :)
Categories:
videoproject
6.2.13
5.2.13
LOVE IS NOT CONSUMED ALONE
Monthly calendar from LIKELI PROJECT.
February, the month of love. Be free to print out this A4 format at
www.likeliinvitationcard.wordpress.com
Categories:
graphicdesign
31.1.13
26.1.13
25.1.13
DIKIRIMIN HOT CHOCOLATE
20 Maret 2012, Lupa lupa inget, waktu itu sekitar jam 1 atau 2 pagi, gw lagi ngobrol-ngobrol asik ama dua temen gw di kamar. A roomate and a smuggler.
Tiba-tiba satpam kos-kosan gw ngetok pintu. Karena gw sebel banget ama tu bapak kumis, gw ama roomate gw jadi berebut siapa yang nggak! mau bukain pintu.
Well... akhirnya gw yang bukain. Udah punya pikiran jelek aja, kalo dia mau ngusir temen gw yang lagi maen ke kosan.
"Knapa pak?" *dengan tampang sok galak gw yang katanya 10% sering berhasil.
"Ini ada yang nganterin buat Yessica"
"Oh, dari siapa? Bener buat Yessica?" tangan gw bergerak dengan sendirinya mengambil hot chocolate yang masih panas itu.
"Iya bener."
"Oke, thank you pak." *Kalimat yang ini gw improvisasi sendiri. Abisnya gw ragu, saat itu gw ngucapin thank you atau bengong ........
Pintu ditutup, dan HEBOH.
Tiba-tiba satpam kos-kosan gw ngetok pintu. Karena gw sebel banget ama tu bapak kumis, gw ama roomate gw jadi berebut siapa yang nggak! mau bukain pintu.
Well... akhirnya gw yang bukain. Udah punya pikiran jelek aja, kalo dia mau ngusir temen gw yang lagi maen ke kosan.
"Knapa pak?" *dengan tampang sok galak gw yang katanya 10% sering berhasil.
"Ini ada yang nganterin buat Yessica"
"Oh, dari siapa? Bener buat Yessica?" tangan gw bergerak dengan sendirinya mengambil hot chocolate yang masih panas itu.
"Iya bener."
"Oke, thank you pak." *Kalimat yang ini gw improvisasi sendiri. Abisnya gw ragu, saat itu gw ngucapin thank you atau bengong ........
Pintu ditutup, dan HEBOH.
Categories:
monolog
24.1.13
15.1.13
Balonku
Ah! males nih ngantuk.
Duh! berat banget bawaannya.
Enak yah! dia.
Mau pulang nih, bosen!
Laper gw.
Ga mood.
Terserah deh.
Jika semua huruf-huruf itu, aku masukan ke dalam balon,.. aku tiup,.. dan aku letuskan....Dor!
Ha ti ku sa ngat ka cau...
Baiklah,
Aku terbangkan saja ke langit... Biarkan dia menari dengan awan....
Dan akan kucari huruf-huruf lain yang tidak mengacaukan.
Ah! Nikmatnya hidup ini.
Balonku...
Ku pe gang e rat-e rat.
Duh! berat banget bawaannya.
Enak yah! dia.
Mau pulang nih, bosen!
Laper gw.
Ga mood.
Terserah deh.
Jika semua huruf-huruf itu, aku masukan ke dalam balon,.. aku tiup,.. dan aku letuskan....Dor!
Ha ti ku sa ngat ka cau...
Baiklah,
Aku terbangkan saja ke langit... Biarkan dia menari dengan awan....
Dan akan kucari huruf-huruf lain yang tidak mengacaukan.
Ah! Nikmatnya hidup ini.
Balonku...
Ku pe gang e rat-e rat.
Categories:
monolog
14.1.13
EVERY MONDAY IS A SECOND CHANCE
My Likeli Project decides to share a monthly calendar. The story begins when I used to have a personal agenda for my daily schedule. But then, this early 2013 I still can't buy the new one. For the reason of I haven't met the eye catching design. A question on my mind..... How about DIY? I think this is a good idea. So, let's do it!
Actually, you can download the FREE A4 Format on
www.likeliinvitationcard.wordpress.com
Categories:
graphicdesign,
monolog
7.1.13
SECOND CHANCE
Last Sunday, my pastor told that, "God is a God of a Second Chance. And He gives you brand new chance every single day....."
This is like an answer and the best gift you can ever allowed to have.
This is like an answer and the best gift you can ever allowed to have.
This heart may totally understand how worth a second chance, when you have ever truly asked for, but then at the end you still don't get the favor from that person.
Do not deserve, but to be deserved...
Categories:
monolog
6.1.13
graphic design
Mau gw sangkal kaya apapun, cari cara apapun buat berhenti, dan sok mencoba hal-hal menarik yang lain. Tetep ujung-ujungnya balik lagi : graphic design
okey, fine :)
okey, fine :)
Categories:
monolog
5.1.13
WELCOME REALITY!
Awal tahun gini, bawaannya ngomongin resolusi. Setelah merivew apa aja yang sudah terjadi di tahun 2012, giliran mencari semangat buat nontonin kehidupan kedepan di tahun 2013.
Tumben-tumbenan tipe planner and goal oriented kaya gw gini, mati gaya ama rencana-rencana ke depan.
Gw yakin ini gejala-gejala terkena syndrome umur awal 20an, syndrome masa awal memasuki dunia kerja, dan syndrome jomblo akut juga kayanya. hahaha!
Kalo mau bikin daftar mimpi-mimpi sih gw masih sanggup, mungkin bisa sepanjang daftar belanjaan emak-emak. Eh! tapi jangan salah,.. gw bukan tipe yang mimpi doang tapi ngga mencoba.
Nah karena kebanyakan nyoba, jadi susah nentuin mana yang dikejar, mana yang diseriusin, mana yang dijadiin karir, mana yang dijalanin aja, dan mana yang harus direlain.
Lalu, lama-lama jadi ragu ama passion sendiri.
Sampai akhirnya masa-masa kebocahan dimana elo bisa nyoba dan lakuin apa aja, mulai terbatasi oleh idealisme dan kesadaran diri untuk mencoba mandiri. Nggak terus-terusan jadi benalu orang tua.
Dannnn.....Ternyata susah yah, money talks!
Gw ga akan nyerah sih, namun harus tahu apa yang menjadi prioritas dan investasi terbaik dari diri sendiri. Karena realitasnya ada keterbatasan waktu, tenaga, kesehatan dan again .... money does talk lil' girl!
Udah mulai ga bisa main2 lagi, kalo memang ga mau kedepannya hidup standar-standar aja.
Tapi tahun ini gw akan mencoba lebih ngeflow dan kalem dalam menentukan masa depan.
Ngga grusa grusu dengan semangat keremajaan tahun-tahun lalu.
Hey, dear! Welcome reality!
Tumben-tumbenan tipe planner and goal oriented kaya gw gini, mati gaya ama rencana-rencana ke depan.
Gw yakin ini gejala-gejala terkena syndrome umur awal 20an, syndrome masa awal memasuki dunia kerja, dan syndrome jomblo akut juga kayanya. hahaha!
Kalo mau bikin daftar mimpi-mimpi sih gw masih sanggup, mungkin bisa sepanjang daftar belanjaan emak-emak. Eh! tapi jangan salah,.. gw bukan tipe yang mimpi doang tapi ngga mencoba.
Nah karena kebanyakan nyoba, jadi susah nentuin mana yang dikejar, mana yang diseriusin, mana yang dijadiin karir, mana yang dijalanin aja, dan mana yang harus direlain.
Lalu, lama-lama jadi ragu ama passion sendiri.
Sampai akhirnya masa-masa kebocahan dimana elo bisa nyoba dan lakuin apa aja, mulai terbatasi oleh idealisme dan kesadaran diri untuk mencoba mandiri. Nggak terus-terusan jadi benalu orang tua.
Dannnn.....Ternyata susah yah, money talks!
Gw ga akan nyerah sih, namun harus tahu apa yang menjadi prioritas dan investasi terbaik dari diri sendiri. Karena realitasnya ada keterbatasan waktu, tenaga, kesehatan dan again .... money does talk lil' girl!
Udah mulai ga bisa main2 lagi, kalo memang ga mau kedepannya hidup standar-standar aja.
Tapi tahun ini gw akan mencoba lebih ngeflow dan kalem dalam menentukan masa depan.
Ngga grusa grusu dengan semangat keremajaan tahun-tahun lalu.
Hey, dear! Welcome reality!
Categories:
monolog
Langganan:
Komentar (Atom)














