24.5.11

DI AMBANG PINTU

Serasa seperti di ambang pintu.
enggan untuk membuka daun pintu.
hanya berharap-harap cemas akan apa yang ada di balik pintu.
apa yang akan terjadi setelah melangkah memasukinya.
apa yang akan terjadi setelah berjalan beberapa meter lagi.
apa yang akan
dan apa yang mungkin

sebenarnya hanya butuh sebuah "keberanian untuk membukanya"
sebuah keputusan untuk tetap melangkah melaluinya apapun yang mungkin, akan, dan bisa terjadi.


keberanian itu terbunuh oleh perasaan nyaman dan prasangka di ambang pintu,

keberanian itu keputusan.

datang dari kepercayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar