8.7.11

KITA ITU MAHAL YA,

gw lagi asik baca buku "postcard from heaven" nya ricky setiawan,

di judul ke dua soal intergritas....

gw mulai analisis integritas diri gw sendiri,
yahhh ternyata gw agak kecewa sih, sedikit demi sedikit gw mulai kompromi akan hal ini....

terkadang, keinginan, keegoisan, kekecewaan, rasa iri, kurang bersyukur, buat diri kita mulai coba2 kompromi dengan sebuah integritas.
dan lama2, semakin terbiasa dengan hal-hal tersebut, tanpa menyadari bahwa kita telah meninggalkannya.


padahal bayaran sebuah integritas adalah "nama baik"(kata gw), dan "reputasi" (kata ricky setiawan)
kepuasan, materi, tak bisa membeli ketenangan batin dari sebuah nama baik

Seringkali kita lupa, bahwa KITA ITU MAHAL, ya....
Sejak awal kita tercipta, kita itu mahal....tak ternilai, mau dibeli dengan uang berapapun, terlalu mahal untuk dibayar,
Dari ujung rambut, kuku, kulit, organ dalam, detak jantung, nafas, isi hati, akal budi, rasa, indra kita,karakter, keunikan, semuanya,
tidak dijual di toko2 terdekat, bahkan terjauh sekalipun.

Barang yang mahal itu memang biasanya tidak gampang terjual, atau di obral. Namun tidak mudah terlupakan, tahan lama, dan pasti disayang. 
Terimalah kenyataan bahwa kita itu mahal.

Rasa ingin kita yang besar terhadap sesuatu, iri hati akan kepunyaan orang lain, bisa membuat kita melakukan apa saja, atau bisa dibilang jalan cepat untuk mendapatkannya.
Rasa kecewa karena kita telah menjaga diri kita dengan terlalu baik, namun tidak mendapatkan yang baik, namun melihat orang lain yang melakukan sebaliknya, dengan mudah mendapatkan segala yang baik menurut sudut pandang kita sendiri, juga bisa membuat kita kompromi pada hal2 yang "salah".
Putus asa, kekosongan, terjepit,...dan alasan-alasan lainnya.

Alasan hanyalah sebuah alasan, yang selalu kita cari2, dan kita nikmati menjadi sebuah excuse. Untuk melakukan segala tindakan yang meleceng dari aturan.

Segala sesuatu ada aturannya. RULE. ada garisnya, LINE. ada TRACK.
Berbelok2 akan membuat kita semakin jauh dan lama sampai ke garis akhir.

Mungkin terkadang bosan, banyak jebakan, di perjalananya.
yaaa, gw mau belajar buat bilang ke diri sendiri kalo gw "memilih untuk" BERJALAN, dan NIKMATI saja.
bukan HARUS BERJALAN DAN MENIKMATI kok, tapi gw MEMILIH UNTUK BERJALAN DAN MENIKMATI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar