20.8.12

remeh


Letupan kecil, tepat pada sasaran Egoku.
Sengatan bertubi keluar dari lubang-lubang gua sederhana di wajah-wajah itu.
Selalu begitu. Dari dulu. Bagian itu yang bisa membakar seluruh lilin merah tradisi cina ini.
Siapa, seolah tahu tentangku.
Siapa, tidak sopan seperti itu.
Siapa, buat aku berhenti. Hormat ku, kutaruh sebatas itu.
Ego yang mendidikku untuk menutup emosi dengan topeng-topeng wayang itu.
Ego yang memercikan api pertama untuk menyalakan lilin-lilin yang lain.
Ego juga yang menyarankanku untuk menulisnya saja, daripada jadi suara burung burung di luaran sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar